Arema Cronus menjuarai turnamen Inter Island Cup 2014—yang
pelaksanaannya tertunda—setelah menundukkan Persib Bandung dengan skor
tipis 2-1 dalam final yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang,
Sumatra Selatan, pada Minggu malam (1/2/2015).
Dua gol Arema
dilesakkan Fabiano Beltrame melalui titik putih pada menit 49, dan
Sengbah Kennedy menit 115. Sementara gol tunggal Persib dilesakkan
Vladimir Vujovic menit 75.
Persib Bandung membuka pertandingan
malam itu dengan menyuguhkan permainan cepat, tak mau ketinggalan tim
lawan Arema Cronus meladeni dengan memainkan tempo tinggi sejak sejak
awal. Kedua tim silih berganti menebar ancaman sehingga beberapa peluang
tercipta.
Persib mendapatkan kesempatan lebih dulu melalui
gelandang serang andalannya, Makan Konate. Namun, algojo lini belakang
Arema yang dikomandoi Fabiano Beltrame terlalu tangguh untuk dilumpuhkan
di awal babak oleh Maung Bandung, julukan Persib.
Menit 10,
Persib kembali menebar acaman melalui striker andalannya Tantan yang
melesat cepat ke kotak penalti tanpa mampu dihentikan Victor Igbonefo.
Mantan pemain Sriwijaya FC ini beradu duel di mulut gawang tapi bola
masih bisa dibaca I Made Wardhana.
Berselang satu menit, giliran
Arema yang menjawab tantangan Persib melalui Samsul Arief. Tiga pemain
belakang Persib dibuat kelimpungan mantan pemain Persibo Bojonegoro ini.
Beruntung bagi Persib, penyelesaian akhir penyerang "Singo Edan" ini
masih terburu-buru sehingga bola melenceng tipis di atas tiang gawang.
Pada
pertengahan babak pertama ini, permainan Persib terlihat lebih rapi
dibandingkan Arema. Serangan bergelombang yang diterapkan kerap
mengejutkan jantung pertahanan lawan Singo Edan.
Berbeda dengan
Persib, pada babak pertama ini permainan Singo Edan bermain lebih
variatif dalam menerapkan pola menyerang dan bertahan. Sesekali
Christian Gonzales dkk menerapkan tatik serangan balik.
Pada masa
injury time, Persib nyaris menjebol gawang Arema melalui Makan Konate,
namun kesigapan Fabiano yang sempat dua kali jatuh bangun di mulut
gawang membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki
babak kedua, permainan berlangsung lebih sengit. Kedua tim agresif
dalam menerapkan strategi menyerang untuk lebih dulu mencetak gol.
Namun,
petaka terjadi di kubu Persib pada babak kedua ini. Bermula dari
handsball Tony Sucipto di kotak penalti, wasit menunjuk titik putih bagi
Arema. Tak mau menyia-yiakan kesempatan, Fabiano Beltrame penuh percaya
diri menjebol gawang Persib pada menit 49 dengan melepaskan sepakan
keras ke gawang tanpa bisa dijangkau I Made Wirawan. Skor 1-0 untuk
Arema.
Defisit satu gol, membuat pemain Persib semakin bersemangat
menjebol gawang Arema. Menit ke-66, Tantan melepaskan tendangan keras
ke gawang, namun bola masih ditangkap penjaga gawang.=
Tak mau
berpuas diri, Arema juga meladeni perlawanan Persib. Christian Gonzales
sempat melepaskan tendangan salto di mulut gawang memanfaatkan umpan
matang dari sayap, tapi bola masih terlalu lemah sehingga mudah
ditangkap penjaga gawang.
Akhirnya upaya keras Persib menyamakan
kedudukan membuahkan hasil pada menit 75 melalui sundulan Vladimir
Vujovic yang memanfaatkan umpan silang Firman Utina, pemain yang
dimasukkan pada babak kedua. Gol ini langsung disambut ratusan pendukung
Persib yang memadati stadion.
Kembali ke posisi nol, membuat
kedua tim harus bekerja keras kembali. Masing-masing tim sama-sama
mendapatkan kesempatan emas pada akhir babak, seperti sepakan keras
Tantan pada menit 81 yang masih membentur tiang, begitu pula dengan
sepakan Fery Aman Saragih pada menit 89 yang juga membentur tiang.
Kedudukan 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua.
Pada babak
tambahan 2 x 15 menit, Persib harus kehilangan pemainnya, Hariono karena
mendapatkan kartu kuning kedua. Kondisi tidak imbang ini semakin
diperparah dengan cederanya Firman Utina yang memaksanya harus ditandu
ke luar lapangan pada akhir babak pertama menit tambahan.
Kehilangan
dua pemain andalan ini membuat Persib terjepit. Pelatih Jajang Nurjaman
terpaksa memplot Tantan ke tengah untuk membantu perebutan bola di
sektor tengah.
Arema yang unggul jumlah pemain mampu mencetak gol
kedua pada menit 115 melalui Sengbah Kennedy. Pemain yang diturunkan
pada babak tambahan ini, sigap memanfaatkan umpan pendek mendatar yang
dikirimkan Gonzales. Kedudukan 2-1 untuk Arema hingga 120 menit laga
berakhir.
BOLA.COM
Senin, 02 Februari 2015
BARCELONA VS VILLARREAL Skor 3-2, 3 Gol 3 Menit, 2 Keputusan Kontroversial
FC Barcelona menaklukkan Villarreal dengan skor tipis 3-2 dalam
pertandingan pekan ke-21 Divisi Primer La Liga Spanyol di Stadion Nou
Camp, Barcelona, pada Senin pagi WIB (2/2/2015).
Barca memenangi laga berkat gol dari Neymar Jr., Rafinha, dan Lionel Messi, sedangkan dua gol Villarreal datang dari Denis Cheryshev dan Luciano Vietto.
Kekalahan ini menghentikan rekor tak terkalahkan Villarreal dalam 18 pertandingan.
Dalam laga yang disiarkan secara langsung oleh RCTI, Barca menguasai permainan. Pada babak pertama dua peluang Neymar sempat terbuang. Pada menit ke-8 umpan silang Luis Suarez terlambat disambar Neymar dan semenit kemudian Neymar terlambat mengeksekusi umpan Jordi Alba.
Pada menit ke-12, Luis Suarez nyaris menjebol gawang lawan. Menerima umpan mendatar dari Dani Alves, Suarez melepas tendangan keras dari luar kotak penalti ke sudut kanan atas gawang, namun masih bisa ditepis kiper Villarreal Sergio Asenjo.
Menit ke-20 kembali peluang Suarez umpan dari Dani Alves, bidikannya sangat tipis di sisi luar kiri tiang gawang lawan.
Beberapa kali mendapatkan peluang tapi gagal menjadi gol, Barca malahan kebobolan pada menit ke-30 dari kemelut yang terjadi menyusul serangan balik Villarreal.
Dalam kemelut di kotak penalti Barca, bek Mario Gaspar yang maju membantu serangan melepas tendangan keras tapi arahnya menyimpang dari gawang, namun ada Denis Cheryshev yang dengan tangkas membelokkan bola ke sudut kri bawah gawang Barca tanpa sempat diantidipasti dengan sempurna oleh kiper Claudio Bravo.
Barca menjadikan skor 1-1 lewat Neymar pada menit ke-45. Berawal dari akselerasi Lionel Messi di sisi kiri pertahanan Villarreal, umpan mendatarnya disambar Rafinha namun masih bisa diblok kiper Sergio Asenjo. Namun bola rebound segera dihajar Neymar tanpa bisa lagi diselamatkan Asenjo. Skor 1-1.
Memasuki babak kedua, baru berjalan 6 menit, Villarreal unggul lagi, kembali melalui skema serangan balik yang cepat dengan memanfaatkan kesalahan Gerard Pique dalam mengontrol bola di lapangan tengah. Umpan Giovani dos Santos bisa disambar dengan cermat dan keras oleh Luiciano Vietto. Skor 1-2 untuk tim tamu.
Namun hanya 2 menit kemudian, Barca bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Umpan Suarez dari sisi kanan pertahanan Villarreal disambar Messi, masih bisa dblok pemain belakang lawan, namun bola rebound segera disambar Rafinha.
Barca semenit kemudian akhirnya mampu membalikkan skor menjadi 3-2 melalui tendangan Messi dari luar penalti yang mengarah ke sudut kiri atas gawang Asenjo. Tiga gol dalam 3 menit menjadikan Barca unggul 3-2.
Perangkat pertandingan yang dipimpin wasit Inaki Bikandi sempat membuat dua keputusan kontroverial hanya dalam 3 menit. Gol Villarreal pada menit ke-62 dianulir lantaran dianggap offside, padah dari tayangan ulang gol itu bersih. Semenit kemudian Neymar dijatuhkan kiper Asenjo di kotak penalti Villarreal, namun wasit mengabaikannya. Skor 3-2 bertahan hingga akhir pertandingan.
Barca memenangi laga berkat gol dari Neymar Jr., Rafinha, dan Lionel Messi, sedangkan dua gol Villarreal datang dari Denis Cheryshev dan Luciano Vietto.
Kekalahan ini menghentikan rekor tak terkalahkan Villarreal dalam 18 pertandingan.
Dalam laga yang disiarkan secara langsung oleh RCTI, Barca menguasai permainan. Pada babak pertama dua peluang Neymar sempat terbuang. Pada menit ke-8 umpan silang Luis Suarez terlambat disambar Neymar dan semenit kemudian Neymar terlambat mengeksekusi umpan Jordi Alba.
Pada menit ke-12, Luis Suarez nyaris menjebol gawang lawan. Menerima umpan mendatar dari Dani Alves, Suarez melepas tendangan keras dari luar kotak penalti ke sudut kanan atas gawang, namun masih bisa ditepis kiper Villarreal Sergio Asenjo.
Menit ke-20 kembali peluang Suarez umpan dari Dani Alves, bidikannya sangat tipis di sisi luar kiri tiang gawang lawan.
Beberapa kali mendapatkan peluang tapi gagal menjadi gol, Barca malahan kebobolan pada menit ke-30 dari kemelut yang terjadi menyusul serangan balik Villarreal.
Dalam kemelut di kotak penalti Barca, bek Mario Gaspar yang maju membantu serangan melepas tendangan keras tapi arahnya menyimpang dari gawang, namun ada Denis Cheryshev yang dengan tangkas membelokkan bola ke sudut kri bawah gawang Barca tanpa sempat diantidipasti dengan sempurna oleh kiper Claudio Bravo.
Barca menjadikan skor 1-1 lewat Neymar pada menit ke-45. Berawal dari akselerasi Lionel Messi di sisi kiri pertahanan Villarreal, umpan mendatarnya disambar Rafinha namun masih bisa diblok kiper Sergio Asenjo. Namun bola rebound segera dihajar Neymar tanpa bisa lagi diselamatkan Asenjo. Skor 1-1.
Memasuki babak kedua, baru berjalan 6 menit, Villarreal unggul lagi, kembali melalui skema serangan balik yang cepat dengan memanfaatkan kesalahan Gerard Pique dalam mengontrol bola di lapangan tengah. Umpan Giovani dos Santos bisa disambar dengan cermat dan keras oleh Luiciano Vietto. Skor 1-2 untuk tim tamu.
Namun hanya 2 menit kemudian, Barca bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Umpan Suarez dari sisi kanan pertahanan Villarreal disambar Messi, masih bisa dblok pemain belakang lawan, namun bola rebound segera disambar Rafinha.
Barca semenit kemudian akhirnya mampu membalikkan skor menjadi 3-2 melalui tendangan Messi dari luar penalti yang mengarah ke sudut kiri atas gawang Asenjo. Tiga gol dalam 3 menit menjadikan Barca unggul 3-2.
Perangkat pertandingan yang dipimpin wasit Inaki Bikandi sempat membuat dua keputusan kontroverial hanya dalam 3 menit. Gol Villarreal pada menit ke-62 dianulir lantaran dianggap offside, padah dari tayangan ulang gol itu bersih. Semenit kemudian Neymar dijatuhkan kiper Asenjo di kotak penalti Villarreal, namun wasit mengabaikannya. Skor 3-2 bertahan hingga akhir pertandingan.
Messi Ingin Juara Copa America
Lionel Messi
menegaskan bahwa semua tim yang dibelanya selalu memiliki misi untuk
menjadi juara. Target juara pun dipasang Messi bersama timnya pada tahun
2015 ini.
Khusus untuk Argetina, Messi mengatakan bahwa timnya mengincar gelar juara Copa America 2015. Setelah gagal menjadi juara di Piala Dunia lalu, Copa America bisa menjadi obat yang ampuh untuk mengobati luka Biancoceleste.
Pada Piala Dunia silam, Argentina berhasil lolos ke partai puncak. Sayangnya, mereka kemudian kalah tipis 0-1 di final melawan Jerman.
"Setiap tahun kami selalu memiliki target yang sama. Kami ingin memenangkan semua kompetisi yang kami ikuti. Pasti akan sulit, tapi kami akan bertarung. Saya akan fokus ke klub, setelah itu bermain di Copa Amerika bersama Argentina. Setelah di Piala Dunia, mungkin Argentina akan bisa lebih baik di Copa America," ucap Messi seperti dilansir FIFA.com.
Messi saat ini tengah berada di Zurich untuk menghadiri gala Ballon d'Or.
Khusus untuk Argetina, Messi mengatakan bahwa timnya mengincar gelar juara Copa America 2015. Setelah gagal menjadi juara di Piala Dunia lalu, Copa America bisa menjadi obat yang ampuh untuk mengobati luka Biancoceleste.
Pada Piala Dunia silam, Argentina berhasil lolos ke partai puncak. Sayangnya, mereka kemudian kalah tipis 0-1 di final melawan Jerman.
"Setiap tahun kami selalu memiliki target yang sama. Kami ingin memenangkan semua kompetisi yang kami ikuti. Pasti akan sulit, tapi kami akan bertarung. Saya akan fokus ke klub, setelah itu bermain di Copa Amerika bersama Argentina. Setelah di Piala Dunia, mungkin Argentina akan bisa lebih baik di Copa America," ucap Messi seperti dilansir FIFA.com.
Messi saat ini tengah berada di Zurich untuk menghadiri gala Ballon d'Or.
Langganan:
Postingan (Atom)